Kamus Istilah Gondola Gedung
Kamus lengkap 61+ istilah teknis gondola gedung dan BMU. Referensi wajib untuk pengelola gedung, vendor, dan siapa saja yang bekerja di industri gondola Indonesia. Lihat juga daftar 20 vendor gondola gedung Indonesia.
Kamus Istilah Gondola (50+ Istilah)
Daftar istilah di bawah mencakup sistem yang berbeda-beda. Untuk melihat pengelompokannya secara utuh — berdasarkan sistem pemasangan, sistem pengangkutan, dan kapasitas platform — baca panduan pengelompokan jenis gondola.
Kamus lengkap istilah teknis gondola gedung dan BMU. Memahami istilah-istilah ini penting untuk komunikasi yang efektif dengan vendor, engineer, dan regulator.
BMU (Building Maintenance Unit)
Sistem akses eksterior gedung bertingkat yang digunakan untuk pemeliharaan fasad, termasuk pembersihan kaca, pengecatan, dan perbaikan. BMU terdiri dari platform kerja (cradle), hoist, wire rope, dan rail system.
Gondola
Platform kerja yang digantungkan pada wire rope untuk mengangkat pekerja ke ketinggian pada fasad gedung. Istilah ini sering digunakan bergantian dengan BMU dalam konteks Indonesia.
Cradle
Platform kerja gondola tempat operator berdiri saat bekerja. Terdiri dari rangka baja, lantai non-slip, dan railing pengaman. Kapasitas bervariasi dari 200 kg hingga 500 kg.
Hoist
Unit penggerak utama gondola yang terdiri dari motor listrik, gearbox, dan drum. Hoist berfungsi mengangkat dan menurunkan cradle melalui wire rope. Tipe umum termasuk traction hoist dan drum hoist.
Wire Rope
Kabel baja berdiri yang digunakan untuk menggantung dan menggerakkan cradle. Wire rope gondola biasanya berdiameter 8-12 mm dengan konstruksi 6x19 atau 6x36. Harus memenuhi standar EN 12385.
Safety Lock
Perangkat pengaman yang akan mengunci wire rope jika cradle bergerak terlalu cepat atau jika terjadi kegagalan kabel. Safety lock bekerja secara otomatis dan merupakan komponen kritis keselamatan.
Davit Arm
Lengan penyangga yang menonjol dari atap gedung untuk menahan wire rope gondola. Davit arm harus dirancang untuk menahan beban statis dan dinamis sesuai standar engineering.
Roof Carriage
Sistem rel yang dipasang di atap gedung untuk memungkinkan gondola berpindah dari satu titik ke titik lain di sepanjang facade. Roof carriage dapat bergerak manual atau otomatis.
Rail System
Sistem rel yang dipasang di facade atau atap gedung untuk menuntun pergerakan gondola. Rail system meliputi davit track, corner track, dan roof track.
SIA (Surat Izin Alat)
Surat izin yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI yang membuktikan bahwa unit gondola telah lulus uji pengujian dan memenuhi standar keselamatan. Berlaku 1 tahun.
SIO (Surat Izin Operasi)
Surat izin yang dikeluarkan oleh Kemenaker untuk operator gondola. Membuktikan bahwa pemegangnya memiliki kompetensi untuk mengoperasikan gondola secara aman.
K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
Sistem manajemen keselamatan kerja yang diatur oleh peraturan perundangan Indonesia. Setiap operasi gondola wajib mematuhi standar K3 yang berlaku.
SNI (Standar Nasional Indonesia)
Standar teknis yang ditetapkan oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional). SNI 8109:2014 mengatur standar untuk gondola facade cleaning.
ZLP
Serangkaian model gondola yang diproduksi oleh ZLP (Zhonglian Platform). Populer di Indonesia karena harganya kompetitif dan komponennya mudah didapatkan. Model umum termasuk ZLP630, ZLP800, ZLP1000.
Sheave
Roda bergerigi yang berfungsi sebagai pandu wire rope. Sheave dipasang pada hoist, davit arm, dan titik-titik lain untuk mengarahkan jalur wire rope.
Brake
Sistem pengereman gondola yang terdiri dari brake electromagnetic dan brake mekanis. Brake berfungsi menghentikan dan menahan cradle pada posisi tertentu. Harus mampu menahan beban penuh.
Limit Switch
Saklar pengaman yang membatasi pergerakan cradle pada batas atas dan batas bawah. Limit switch mencegah cradle terlalu tinggi atau terlalu rendah dari batas aman.
Anti-Tilt Device
Perangkat pengaman yang mencegah cradle miring (tilt) saat beban tidak seimbang. Anti-tilt device akan menghentikan operasi jika sudut kemiringan melebihi batas aman.
Slack Rope
Kondisi wire rope yang terlalu longgar. Slack rope berbahaya karena dapat menyebabkan safety lock tidak berfungsi dengan benar. Harus segera dikencangkan.
Overload
Kondisi beban yang melebihi kapasitas maksimum gondola. Overload dapat menyebabkan kegagalan komponen dan kecelakaan. Gondola modern dilengkapi overload sensor.
Load Test
Uji beban yang dilakukan untuk memverifikasi kapasitas dan keamanan gondola. Load test dilakukan dengan beban statis (125% kapasitas maksimum) dan dinamis.
Commissioning
Proses pengujian dan verifikasi akhir gondola setelah instalasi selesai. Commissioning meliputi uji fungsi semua komponen, uji beban, dan verifikasi keselamatan.
Facade
Bagian eksterior atau tampak depan gedung. Facade biasanya terdiri dari kaca, batu, beton, atau kombinasi material. Gondola digunakan untuk merawat dan membersihkan facade.
Spinnaker
Tipe gondola dengan desain seperti layar perahu yang dapat bergerak menyamping di sepanjang facade. Digunakan untuk gedung dengan facade melengkung atau asimetris.
Travelling Track
Rel perjalanan yang memungkinkan gondola berpindah posisi horizontal di sepanjang facade gedung. Travelling track dipasang pada atap atau facade gedung.
Rope Descent System
Sistem akses ketinggian yang menggunakan tali sebagai sarana utama, berbeda dari gondola yang menggunakan platform. Disebut juga rope access atau IRATA/SPRAT system.
Fall Arrest
Sistem pengaman yang menangkap pekerja jika terjatuh dari ketinggian. Fall arrest terdiri dari full body harness, lanyard, dan anchor point. Berbeda dari fall restraint yang mencegah jatuh.
Full Body Harness
Peralatan pelindung diri yang dikenakan di seluruh tubuh untuk menahan pekerja saat terjadi kejatuhan. Harness terhubung ke anchor point melalui lanyard atau self-retracting lifeline.
Anchor Point
Titik tetap pada struktur gedung yang dirancang untuk menahan beban kejatuhan. Anchor point harus memenuhi standar strength minimal 12 kN per pekerja.
Tensioner
Perangkat untuk mengatur ketegangan wire rope. Tensioner memastikan wire rope tetap pada ketegangan optimal selama operasi gondola.
Electrical Panel
Panel kontrol elektrikal gondola yang mengatur distribusi daya, sistem kontrol, dan pengaman elektrikal. Panel harus memenuhi standar IP65 untuk ketahanan cuaca.
Variable Frequency Drive
Perangkat elektronik yang mengatur kecepatan motor hoist. VFD memungkinkan pergerakan cradle yang halus dan presisi, serta mengurangi konsumsi energi.
Galvanis
Proses pelapisan baja dengan seng untuk mencegah korosi. Komponen gondola yang terpapar cuaca seperti rail system dan davit arm biasanya digalvanis.
Stainless Steel
Baja tahan karat yang digunakan untuk komponen gondola yang membutuhkan ketahanan korosi tinggi, seperti baut dan koneksi di area coastal.
Powder Coating
Proses pelapisan permukaan dengan bubuk polyester atau epoxy. Digunakan untuk memberikan warna dan perlindungan korosi pada komponen gondola yang terlihat.
Pay Load
Beban maksimum yang dapat ditanggung oleh gondola, termasuk berat pekerja, peralatan, dan material. Pay load harus tercantum jelas pada nameplate unit.
Dead Load
Berat kosong gondola tanpa pekerja dan peralatan. Dead load meliputi berat cradle, wire rope, dan komponen lainnya.
Dynamic Load
Beban yang terjadi saat gondola dalam pergerakan (naik/turun). Dynamic load lebih besar dari static load karena adanya gaya inersia.
Static Load
Beban yang bekerja pada gondola saat dalam kondisi diam/tidak bergerak. Uji beban statis dilakukan dengan beban 125% dari kapasitas maksimum.
Wire Rope Socket
Sambungan kawat sling yang menghubungkan wire rope ke komponen lain seperti hoist atau cradle. Socket harus dipasang dengan benar untuk menjaga kekuatan sambungan.
Cable Clamp
Klem yang digunakan untuk mengamankan ujung wire rope. Cable clamp harus dipasang dengan torsi yang benar agar tidak merusak struktur wire rope.
Thimble
Pelindung berbentuk tetes air yang dipasang pada ujung wire rope untuk mencegah kerusakan pada sambungan. Thimble menjaga radius lengkungan wire rope tetap aman.
Snatch Block
Blokyang dapat dibuka untuk memasukkan wire rope tanpa harus melewati ujungnya. Digunakan untuk mengubah arah tarikan wire rope.
Pendant
Kontrol kabel yang digunakan oleh operator untuk mengendalikan pergerakan gondola. Pendant terhubung ke panel kontrol dan memiliki tombol untuk naik, turun, kiri, kanan.
Jog Function
Mode operasi gondola dengan gerakan pendek dan presisi. Digunakan untuk positioning yang tepat saat bekerja di area sempit atau detail.
Emergency Stop
Tombol darurat yang segera menghentikan semua pergerakan gondola saat ditekan. Harus tersedia di cradle dan di posisi operator.
Safety Gear
Istilah umum untuk semua perangkat keselamatan gondola termasuk safety lock, brake, limit switch, dan anti-tilt device.
Outrigger
Kaki penyangga yang menstabilkan davit arm atau roof carriage. Outrigger menyebar beban ke area yang lebih luas di atap gedung.
Cantilever
Struktur menonjol dari atap gedung yang menahan davit arm dan wire rope. Cantilever harus dirancang oleh structural engineer untuk menahan beban gondola.
Roof Anchor
Titik.anchor yang dipasang pada struktur atap gedung untuk menahan beban gondola. Roof anchor harus terhubung langsung ke struktur utama gedung.
Facade Anchor
Titik anchor yang dipasang pada facade gedung untuk mengamankan rail system atau komponen gondola lainnya.
Masonry Anchor
Jenis anchor yang digunakan untuk memasang komponen gondola pada dinding beton atau bata. Harus memenuhi standar kekuatan untuk aplikasi safety kritis.
Through Bolt
Jenis anchor bolt yang menembus seluruh ketebalan struktur untuk kekuatan maksimal. Digunakan untuk instalasi kritis seperti roof anchor gondola.
Chemical Anchor
Sistem anchor yang menggunakan resin kimia untuk mengikat bolt ke beton. Memberikan kekuatan holding yang tinggi tanpa menimbulkan retakan beton.
Facade Cleaning
Aktivitas pembersihan permukaan eksterior gedung menggunakan gondola. Meliputi pembersihan kaca, batu, beton, dan material facade lainnya.
Cladding
Material penutup eksterior gedung yang dipasang di atas struktur utama. Cladding bisa berupa kaca, aluminium, batu, atau komposit. Gondola sering digunakan untuk instalasi dan perawatan cladding.
Sealant
Material penyegel yang digunakan untuk mengisi celah dan sambungan pada facade gedung. Sealant mencegah kebocoran air dan udara. Harus diperiksa dan diganti secara berkala.
Silicone Glazing
Sistem penyegelan kaca pada facade menggunakan sealant silikon. Silicone glazing harus memenuhi standar ASTM C920 untuk ketahanan cuaca dan UV.
Waterproofing
Sistem pelindung kelembaban yang dipasang pada atap dan facade gedung. Waterproofing mencegah kebocoran air yang dapat merusak struktur gedung.
IRATA (Industrial Rope Access Trade Association)
Asosiasi internasional untuk industri rope access (akses tali industri). IRATA menetapkan standar pelatihan dan sertifikasi untuk teknisi rope access.
SPRAT (Society of Professional Rope Access Technicians)
Organisasi sertifikasi rope access yang diakui secara internasional. SPRAT menetapkan standar untuk Level 1, 2, dan 3 technicians.
Butuh Penjelasan Lebih Lanjut?
Hubungi kami untuk konsultasi gratis tentang istilah dan teknis gondola.